Di sebuah ruang makan, sebelum perjamuan terakhir, Yesus melepas jubah-Nya, mengambil sehelai handuk, dan berlutut membasuh kaki murid-murid-Nya satu per satu — pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh seorang hamba. Dari peristiwa itulah nama TOWEL lahir: bukan sebagai simbol kekuasaan, melainkan pengingat bahwa kepemimpinan sejati dimulai dari berlutut.
Kepemimpinan sejati tidak diukur dari berapa banyak orang yang melayani Anda, tetapi dari berapa banyak orang yang Anda layani. Prinsip ini menjadi dasar setiap materi, renungan, dan pelatihan yang kami susun.
Kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari tindakan kecil yang konsisten: mendengarkan sebelum berbicara, melayani sebelum meminta dilayani, dan bertumbuh bersama orang-orang yang kami pimpin — bukan berjarak dari mereka.